Tips Menghemat Listrik Saat Menggunakan PC
Tips Menghemat Listrik Saat Menggunakan PC

Dalam era di mana biaya energi terus meningkat dan kesadaran lingkungan menjadi krusial, mengelola konsumsi daya perangkat elektronik—terutama Personal Computer (PC)—adalah keharusan. PC, khususnya desktop gaming berperforma tinggi, dapat menjadi salah satu penyedot daya terbesar di rumah atau kantor Anda.

Menghemat listrik saat menggunakan PC bukan hanya tentang mengurangi tagihan bulanan; ini juga tentang memperpanjang umur komponen hardware dan berkontribusi pada pengurangan jejak karbon. Panduan ini akan membedah setiap aspek penggunaan PC yang memengaruhi konsumsi daya, memberikan langkah-langkah praktis dan terperinci yang dapat Anda terapkan segera.

I. Mengoptimalkan Pengaturan Daya pada Sistem Operasi (Windows & macOS)

Langkah pertama menuju penghematan energi adalah memanfaatkan fitur manajemen daya yang sudah tertanam di sistem operasi Anda. Pengaturan ini menentukan bagaimana PC menggunakan daya di berbagai tingkat aktivitas.

A. Pengaturan Power Plan (Windows)

Windows menawarkan beberapa Power Plan (Skema Daya) yang dapat disesuaikan untuk menyeimbangkan kinerja dan efisiensi energi.

  1. Mengakses Pengaturan Daya:
    • Buka Control Panel (Panel Kontrol) atau cari Edit Power Plan di Start Menu.
    • Pilih Choose a power plan (Pilih skema daya).
  2. Memilih Skema yang Tepat:
    • Balanced (Seimbang): Ini adalah opsi yang direkomendasikan. Skema ini secara otomatis meningkatkan kinerja saat dibutuhkan dan menghemat daya saat PC sedang idle (menganggur).
    • Power Saver (Penghemat Daya): Skema ini mengurangi kinerja CPU dan GPU secara drastis untuk memaksimalkan penghematan. Ideal untuk tugas ringan seperti mengetik dokumen atau browsing web tanpa beban berat.
    • High Performance/Ultimate Performance (Kinerja Tinggi): Hindari skema ini kecuali Anda benar-benar membutuhkan kinerja maksimum (misalnya, saat rendering video atau bermain game berat), karena PC akan terus menarik daya maksimum bahkan saat idle.
  3. Menyesuaikan Pengaturan Lanjutan:
    • Klik Change plan settings (Ubah pengaturan skema) diikuti oleh Change advanced power settings (Ubah pengaturan daya lanjutan).
    • Turn off display after: Atur durasi yang singkat (misalnya 5-10 menit). Monitor adalah salah satu komponen dengan konsumsi daya tertinggi.
    • Put computer to sleep after: Atur PC untuk masuk ke mode Sleep (Tidur) setelah idle selama 15-30 menit. Mode Sleep hanya membutuhkan daya minimal untuk menjaga RAM tetap menyala.
    • Processor power management: Dalam pengaturan ini, Anda dapat membatasi status kinerja maksimum CPU, misalnya menjadi 99% daripada 100%. Dengan membatasi hingga 99%, Anda dapat mencegah CPU memasuki mode Turbo Boost, yang secara signifikan dapat mengurangi lonjakan konsumsi daya tanpa dampak kinerja yang besar pada tugas ringan.

B. Mode Hemat Energi (macOS)

Pengguna Mac dapat mengelola energi melalui System Settings/Preferences (Pengaturan/Preferensi Sistem), khususnya pada bagian Battery (Baterai) atau Energy Saver (Penghemat Energi).

  • Atur layar untuk mati setelah periode idle yang singkat.
  • Aktifkan opsi Put hard disks to sleep when possible (Tidurkan hard disk bila memungkinkan).
  • Gunakan mode Low Power Mode (Mode Daya Rendah) pada laptop Mac untuk membatasi konsumsi daya CPU dan kecerahan layar.

II. Strategi Pengelolaan Komponen Hardware

Pilihan hardware dan cara Anda mengelolanya memiliki dampak terbesar pada konsumsi listrik total PC.

A. Monitor (Display)

Monitor sering kali menjadi konsumen daya terbesar kedua setelah unit PC itu sendiri.

  1. Turunkan Kecerahan (Brightness): Kurangi tingkat kecerahan monitor Anda ke tingkat yang nyaman (biasanya antara 50% hingga 75%). Pengurangan 20% kecerahan sering kali dapat mengurangi konsumsi daya monitor sebesar 10-20%.
  2. Gunakan Tema Gelap (Dark Mode): Jika Anda menggunakan monitor dengan teknologi OLED atau AMOLED, mengaktifkan Dark Mode dapat menghemat energi karena piksel hitam pada monitor ini benar-benar mati dan tidak mengonsumsi daya.
  3. Matikan atau Cabut Monitor Kedua: Jika Anda menggunakan konfigurasi multi-monitor, pastikan untuk mematikan atau mencabut kabel daya monitor kedua saat tidak digunakan.
  4. Atur Refresh Rate yang Adaptif: Jika monitor Anda mendukung refresh rate tinggi (misalnya 144Hz atau 240Hz), atur refresh rate default Anda menjadi 60Hz untuk pekerjaan non-gaming dan hanya aktifkan refresh rate tinggi saat bermain game.

B. Power Supply Unit (PSU)

PSU adalah jantung sistem dan efisiensinya sangat penting.

  • Pilih PSU Berlabel 80 PLUS: Selalu pastikan PSU Anda memiliki sertifikasi 80 PLUS. Sertifikasi ini menjamin bahwa PSU Anda memiliki efisiensi minimum 80% pada beban 20%, 50%, dan 100%.
  • Pilih Tingkat Efisiensi Lebih Tinggi: PSU dengan rating 80 PLUS Gold atau Platinum jauh lebih efisien daripada 80 PLUS Bronze atau White. Meskipun harganya lebih mahal di awal, mereka membuang lebih sedikit energi sebagai panas, menghemat listrik, dan menjaga suhu casing lebih rendah dalam jangka panjang.

C. Komponen Internal (CPU & GPU)

Komponen utama ini adalah pusat konsumsi daya.

  • Manfaatkan Fitur Underclocking atau Undervolting: Ini adalah teknik lanjutan di mana Anda mengurangi tegangan (voltase) atau kecepatan (clock speed) pada CPU atau GPU. Dengan sedikit menurunkan tegangan, Anda dapat mengurangi konsumsi daya dan panas secara signifikan tanpa kehilangan kinerja yang berarti, terutama jika hardware Anda cenderung over-provisioned (berlebihan).
  • Aktifkan Fitur Power Saving pada BIOS: Beberapa BIOS modern memiliki fitur power management canggih, seperti C-States (misalnya C1E atau C6), yang memungkinkan CPU untuk memasuki mode tidur daya rendah ketika idle. Pastikan fitur ini diaktifkan.

III. Manajemen Perangkat Lunak dan Tugas

Cara Anda mengelola software yang berjalan di latar belakang sangat memengaruhi beban kerja CPU dan, akibatnya, konsumsi daya.

A. Menutup Aplikasi yang Tidak Perlu

Setiap aplikasi yang berjalan, bahkan di background, mengonsumsi siklus CPU dan RAM, yang berarti mengonsumsi daya.

  • Audit Task Manager: Gunakan Task Manager (Pengelola Tugas) untuk mengidentifikasi dan menutup aplikasi yang menarik daya CPU secara tidak perlu di background. Perhatikan aplikasi yang memiliki penggunaan CPU persisten di atas 5% saat Anda tidak menggunakannya.
  • Nonaktifkan Aplikasi Startup: Batasi jumlah aplikasi yang secara otomatis berjalan saat PC boot up. Ini tidak hanya mempercepat waktu boot, tetapi juga mengurangi konsumsi daya awal.

B. Pengaturan Browser Web

Browser modern dapat menjadi sangat rakus daya, terutama dengan banyak tab terbuka.

  • Gunakan Fitur Tab Sleeping: Banyak browser (seperti Google Chrome dan Microsoft Edge) memiliki fitur yang secara otomatis menidurkan (sleep) tab yang tidak aktif setelah jangka waktu tertentu, membebaskan RAM dan mengurangi beban CPU. Pastikan fitur ini diaktifkan.
  • Batasi Ekstensi: Hapus atau nonaktifkan ekstensi browser yang tidak Anda perlukan, karena banyak di antaranya terus berjalan dan memantau aktivitas Anda di background, yang memakan daya.

C. Hindari Screensaver

Screensaver animasi atau 3D lama sebenarnya dapat memaksa GPU Anda bekerja keras dan mengonsumsi daya. Sebaliknya, lebih baik atur layar Anda untuk mati sepenuhnya (masuk mode Power Off) atau biarkan PC masuk ke mode Sleep setelah beberapa menit idle.

IV. Kebiasaan Pengguna dan Periferal

Kebiasaan sehari-hari dan cara Anda mengelola periferal juga memainkan peran penting dalam penghematan energi.

A. Memanfaatkan Mode Tidur (Sleep) dan Hibernasi (Hibernate)

Mematikan PC sepenuhnya setiap kali Anda meninggalkannya sebentar adalah kontraproduktif, terutama jika Anda harus menyalakannya kembali dalam waktu singkat (misalnya 1-2 jam).

  • Sleep Mode: Gunakan mode Sleep untuk istirahat singkat (di bawah 4 jam). Mode ini cepat untuk diaktifkan kembali dan mengonsumsi daya minimal (hanya beberapa watt).
  • Hibernate Mode: Gunakan mode Hibernate untuk istirahat yang lebih lama (lebih dari 4 jam). Mode ini menyimpan status PC ke hard drive dan mematikan sistem sepenuhnya. Konsumsi dayanya hampir nol, tetapi boot time lebih lama daripada Sleep.

B. Periferal dan Daya Standby

Perangkat yang terhubung melalui USB (seperti printer, speaker bertenaga, hub USB, atau charger telepon) dapat terus menarik daya bahkan ketika PC dimatikan—fenomena yang dikenal sebagai Daya Hantu (Phantom Power) atau Daya Standby.

  • Gunakan Power Strip dengan Sakelar: Hubungkan PC dan semua periferal (monitor, speaker, printer) ke satu power strip (stop kontak ekstensi) dengan sakelar on/off. Setelah selesai menggunakan PC, matikan sakelar pada power strip tersebut. Ini benar-benar memutus semua daya dan menghilangkan phantom power.
  • Cabut Perangkat USB: Jika Anda memiliki perangkat USB yang menarik daya (misalnya charging pad atau lampu USB), cabut saat tidak digunakan.

C. Manajemen Suhu

Meskipun secara tidak langsung, menjaga suhu komponen tetap rendah akan membuat PC lebih hemat energi. Ketika komponen panas, sistem pendingin (kipas) harus bekerja lebih keras dan lebih cepat, yang secara langsung meningkatkan konsumsi daya.

  • Bersihkan Debu Secara Berkala: Debu yang menumpuk di kipas dan heat sink akan menghambat pembuangan panas, memaksa kipas berputar lebih cepat dan lebih lama.
  • Pastikan Aliran Udara Optimal: Tata kabel di dalam casing dengan rapi dan pastikan intake (masuk) dan exhaust (keluar) udara tidak terhalang.

V. Memilih PC yang Dirancang untuk Efisiensi

Jika Anda berencana membeli PC baru, pertimbangkan faktor-faktor berikut untuk memaksimalkan penghematan daya jangka panjang:

  • Pilih CPU Seri “T” atau “S”: Produsen seperti Intel dan AMD menawarkan versi CPU dengan TDP (Thermal Design Power) yang lebih rendah (seringkali ditandai dengan akhiran ‘T’ atau ‘S’, misalnya i7-12700T). CPU ini menawarkan kinerja yang sangat baik dengan konsumsi daya yang jauh lebih rendah daripada versi standar.
  • Gunakan SSD, Bukan HDD: Solid State Drive (SSD) mengonsumsi daya yang jauh lebih rendah daripada Hard Disk Drive (HDD) mekanis. Selain lebih hemat daya, SSD juga jauh lebih cepat.
  • Hindari GPU Dedicated Jika Tidak Perlu: Untuk pekerjaan kantoran, browsing, atau multimedia ringan, GPU terintegrasi (Integrated Graphics) pada CPU modern sudah lebih dari cukup dan menghemat daya dalam jumlah besar, karena tidak perlu menghidupkan kartu grafis dedicated yang rakus daya.

Mengadopsi kebiasaan dan pengaturan yang tepat ini adalah investasi kecil waktu yang akan menghasilkan penghematan biaya listrik yang signifikan dan membantu menjaga lingkungan. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam menerapkan manajemen daya secara holistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *