Di pasar laptop bekas (second), sering beredar klaim seperti “laptop second murah, spek dewa!” — kata-kata yang menggoda: harga miring tetapi performa setara mesin baru mahal. Pertanyaannya: apakah itu benar-benar
Membeli laptop bekas secara online bisa jadi cara cerdas untuk menghemat uang, mendapatkan spesifikasi tinggi dengan harga terjangkau, atau menemukan model langka. Tapi hati-hati — pasar online penuh godaan sekaligus
Membeli laptop second atau bekas sudah menjadi pilihan populer bagi banyak orang di Indonesia, terutama bagi mereka yang membutuhkan perangkat kerja atau hiburan dengan harga lebih terjangkau. Di tengah kebutuhan
Di tengah derasnya arus globalisasi dan revolusi teknologi, kebutuhan akan perangkat digital yang mumpuni kian meningkat. Laptop, yang dahulu dianggap barang mewah, kini menjadi kebutuhan esensial. Namun, setiap tahun, produsen
Di tengah dinamika kebutuhan teknologi yang terus berubah, pasar laptop second (bekas/refurbished) di Purwokerto menunjukkan geliat yang menarik pada tahun 2025. Dari mahasiswa yang mengejar anggaran terbatas, pekerja lepas, hingga
1. Pendahuluan Purwokerto kini semakin menjadi pusat kebutuhan teknologi terutama untuk pelajar, mahasiswa, dan para profesional. Hadir di lokasi strategis Gg. Gunung Cermai No. C8, Bobosan, Batir Computer menyediakan solusi
Membeli laptop second (bekas) bisa jadi cara cerdas untuk mendapatkan perangkat dengan spesifikasi yang bagus tanpa menguras kantong. Namun, negosiasi harga seringkali membuat orang ragu — takut ditipu, takut menawar
Laptop bekas sering kali menjadi pilihan bagi mereka yang ingin perangkat terjangkau namun tetap fungsional. Namun, performa laptop bekas sering kali terasa lambat, terutama pada proses booting dan membuka aplikasi.Salah
Saat ini, laptop bukan lagi sekadar alat untuk bekerja atau belajar. Perangkat ini telah berevolusi menjadi pusat hiburan, studio kreatif, hingga stasiun tempur para gamer. Dengan persaingan ketat di pasar,
Di era digital yang semakin berkembang pesat, konten menjadi komoditas utama di berbagai platform—mulai dari YouTube, Instagram, TikTok, hingga blog dan podcast. Para content creator dituntut untuk bekerja cepat, kreatif,