Banyak orang beranggapan bahwa bermain game di PC tanpa kartu grafis (GPU) adalah hal yang mustahil. Namun, seiring perkembangan teknologi prosesor modern, khususnya dari Intel dan AMD, kenyataannya kini tidak sesulit itu. PC tanpa GPU alias mengandalkan grafis terintegrasi (integrated graphics) kini mampu menjalankan banyak game ringan, bahkan beberapa game 3D modern dengan pengaturan yang tepat.
Tapi, seberapa “layak” sebenarnya PC tanpa GPU untuk gaming? Mari kita bahas secara mendalam dari segi performa, efisiensi, biaya, dan batasannya agar kamu bisa menilai sendiri apakah setup seperti ini cocok untukmu.
1. Apa Itu PC Tanpa GPU?
Sebelum membahas kelayakannya untuk gaming, penting untuk memahami dulu apa yang dimaksud dengan PC tanpa GPU.
Secara umum, ada dua jenis komponen yang bisa mengolah grafis di PC:
- GPU Dedicated (Kartu Grafis Terpisah) – Komponen khusus seperti NVIDIA GeForce atau AMD Radeon yang berfokus hanya pada rendering grafis.
- GPU Terintegrasi (Integrated Graphics) – Chip grafis yang sudah tertanam di dalam prosesor (CPU) itu sendiri.
Jadi, PC tanpa GPU bukan berarti tidak bisa menampilkan gambar sama sekali, melainkan menggunakan kemampuan grafis bawaan dari CPU, contohnya Intel UHD Graphics, Intel Iris Xe, atau AMD Radeon Vega (iGPU pada seri Ryzen G).
Biasanya, PC seperti ini lebih hemat daya dan biaya karena tidak perlu membeli GPU tambahan. Namun, tentu ada kompromi dalam hal performa gaming.
2. Perkembangan Teknologi Integrated Graphics
Dulu, integrated graphics sering dianggap “cuma cukup untuk buka Word dan nonton YouTube”. Tapi sekarang, anggapan itu sudah tidak sepenuhnya benar.
Teknologi grafis terintegrasi berkembang pesat dalam lima tahun terakhir. Berikut beberapa contohnya:
🔹 Intel Iris Xe (Generasi 11 & 12)
Intel kini tidak hanya fokus pada efisiensi daya, tapi juga pada kemampuan grafis. Seri Iris Xe mampu menjalankan banyak game populer dengan pengaturan medium pada resolusi 720p–1080p.
Contoh:
- Valorant – 1080p Medium: ~70–90 FPS
- GTA V – 1080p Normal: ~45–55 FPS
- CS:GO – 1080p Medium: ~100 FPS
🔹 AMD Radeon Vega (Seri Ryzen G)
AMD terkenal unggul di sisi grafis terintegrasi. Seri seperti Ryzen 5 5600G atau Ryzen 7 5700G memiliki GPU terintegrasi dengan hingga 8 core grafis Vega, yang sangat mumpuni untuk game ringan hingga menengah.
Contoh:
- Genshin Impact – 1080p Low: ~45 FPS
- Fortnite – 1080p Medium: ~50 FPS
- The Sims 4 – 1080p High: ~70 FPS
Artinya, PC tanpa GPU eksternal kini bukan lagi sekadar untuk pekerjaan kantor, tapi sudah bisa jadi mesin gaming ringan.
3. Kelebihan PC Tanpa GPU untuk Gaming Ringan
Meskipun performanya tidak sekuat GPU dedicated, PC tanpa kartu grafis punya sejumlah kelebihan menarik, terutama untuk gamer kasual.
✅ 1. Hemat Biaya
Harga GPU modern sangat mahal, bahkan untuk kartu entry-level seperti RTX 3050 atau RX 6600. Dengan mengandalkan prosesor APU (CPU + GPU terintegrasi), kamu bisa memangkas biaya rakit PC hingga jutaan rupiah.
Contoh:
- Ryzen 5 5600G (sekitar 2 juta rupiah) sudah bisa digunakan tanpa GPU tambahan.
✅ 2. Lebih Hemat Daya
GPU terpisah membutuhkan daya tambahan dari PSU, sedangkan iGPU hanya memakai sebagian kecil dari daya CPU. Ini membuat PC lebih hemat listrik dan lebih dingin.
✅ 3. Desain Simpel dan Minim Kabel
Tanpa kartu grafis besar, interior casing jadi lebih lega, airflow lebih lancar, dan kabel lebih sedikit. Cocok untuk kamu yang suka tampilan PC minimalis.
✅ 4. Suara Lebih Hening
Karena tidak ada GPU dengan kipas berputar, suara bising dari sistem pendingin berkurang drastis. PC bisa lebih tenang, ideal untuk bekerja sambil bermain game ringan.
✅ 5. Ideal untuk Pemula atau Gamer Kasual
Jika kamu hanya bermain game eSports seperti Valorant, Dota 2, CS:GO, LoL, atau Minecraft, iGPU sudah lebih dari cukup. Kamu tak perlu investasi besar untuk pengalaman bermain yang tetap menyenangkan.
4. Kelemahan PC Tanpa GPU untuk Gaming
Tentu saja, ada batasan yang harus kamu sadari sebelum memutuskan memakai PC tanpa GPU.
⚠️ 1. Performa Terbatas
GPU terintegrasi memang jauh lebih lemah dibandingkan kartu grafis terdedikasi. Untuk game AAA modern seperti Cyberpunk 2077 atau Red Dead Redemption 2, performanya akan sangat terbatas bahkan di resolusi rendah.
⚠️ 2. RAM Ikut Tersedot
iGPU memakai memori sistem (RAM) sebagai VRAM, sehingga sebagian RAM akan digunakan untuk keperluan grafis. Misalnya, dari 16 GB RAM, mungkin hanya 12 GB yang tersisa untuk sistem dan aplikasi.
Itu sebabnya, minimal RAM 16 GB disarankan untuk PC tanpa GPU yang ingin gaming ringan.
⚠️ 3. Tidak Cocok untuk Game Berat
Game dengan kebutuhan grafis tinggi seperti The Witcher 3, Battlefield V, atau Elden Ring sulit dijalankan dengan lancar tanpa GPU. FPS mungkin di bawah 30 bahkan pada pengaturan terendah.
⚠️ 4. Tidak Ada Dukungan untuk Fitur Modern
GPU modern menawarkan fitur seperti ray tracing, DLSS, atau FSR yang tidak tersedia di iGPU. Jadi, kamu akan kehilangan efek visual canggih yang biasanya mempercantik tampilan game.
5. Jenis Game yang Masih Bisa Dimainkan di PC Tanpa GPU
Untuk menilai kelayakan PC tanpa GPU, kita perlu tahu jenis game apa yang masih bisa dijalankan dengan nyaman. Berikut kategorinya:
🎮 Game eSports Populer
Game seperti ini relatif ringan dan dioptimalkan dengan baik:
- Valorant
- League of Legends
- Dota 2
- CS:GO / Counter-Strike 2
- Overwatch 2
- Rocket League
Semua game di atas bisa berjalan lancar di iGPU modern dengan pengaturan medium–high.
🎮 Game Indie dan Casual
Game 2D atau bergaya kartun biasanya ringan:
- Stardew Valley
- Hollow Knight
- Terraria
- Undertale
- Among Us
- Celeste
Jenis game ini bahkan bisa dijalankan di PC low-end dengan nyaman.
🎮 Game AAA Lama
Beberapa game besar keluaran 2010–2015 masih bisa dimainkan:
- Skyrim (2011)
- GTA V (2013)
- Tomb Raider (2013)
- Far Cry 3 (2012)
Dengan pengaturan grafis rendah, performa bisa stabil di 30–50 FPS pada resolusi 720p.
6. Tips Mengoptimalkan Gaming di PC Tanpa GPU
Kalau kamu tetap ingin main game di PC tanpa kartu grafis, ada beberapa langkah untuk memaksimalkan performanya.
🧩 1. Gunakan Dual Channel RAM
iGPU sangat bergantung pada bandwidth memori. Dengan memasang dua keping RAM (misalnya 2×8 GB alih-alih 1×16 GB), performa grafis bisa meningkat hingga 20–30%.
⚙️ 2. Gunakan Driver Terbaru
Baik Intel maupun AMD rutin merilis pembaruan driver untuk meningkatkan performa dan kompatibilitas game. Pastikan selalu menggunakan driver grafis terbaru.
💡 3. Kurangi Resolusi dan Detail Grafis
Main di resolusi 720p atau 900p bisa meningkatkan FPS secara signifikan dibandingkan 1080p. Sesuaikan pengaturan grafis untuk menjaga performa tetap stabil.
🌡️ 4. Optimalkan Pendinginan
Meskipun iGPU lebih hemat daya, suhu CPU bisa meningkat saat bermain game. Pastikan sistem pendingin (fan, heatsink) bekerja optimal agar tidak terjadi thermal throttling.
🧰 5. Gunakan Software Optimizer
Aplikasi seperti Razer Cortex atau Game Booster bisa membantu menutup proses latar belakang agar performa game lebih stabil.
🔋 6. Pilih Game dengan Engine Ringan
Game berbasis engine seperti Unity atau Unreal 4 (low settings) biasanya lebih ringan dibandingkan game dengan engine grafis berat.
7. Perbandingan Performa: iGPU vs GPU Dedicated
Untuk memberikan gambaran nyata, berikut perbandingan kasar performa antara iGPU modern dan GPU entry-level:
| Jenis GPU | Game (1080p Low) | FPS Rata-rata | Catatan |
|---|---|---|---|
| Intel Iris Xe (i5-1240P) | Valorant | 75 FPS | Lancar |
| AMD Vega 8 (Ryzen 5 5600G) | GTA V | 50 FPS | Cukup stabil |
| GTX 1050 (GPU Dedicated) | GTA V | 85 FPS | Lebih tinggi |
| RTX 3050 | GTA V | 120 FPS | Sangat lancar |
| Intel UHD (i3 lama) | GTA V | 20 FPS | Tidak layak |
Dari tabel di atas terlihat bahwa iGPU modern sudah mendekati performa GPU entry-level generasi lama, dan cukup untuk gaming ringan.
8. Siapa yang Cocok Menggunakan PC Tanpa GPU untuk Gaming?
Tidak semua gamer cocok dengan setup seperti ini. Berikut tipe pengguna yang bisa mempertimbangkan PC tanpa GPU:
👶 1. Pemula atau Gamer Kasual
Kamu hanya bermain game ringan atau eSports populer. Tidak butuh grafis maksimal, tapi tetap ingin pengalaman lancar dan hemat biaya.
💻 2. Pelajar dan Mahasiswa
Kebutuhan utama adalah kuliah, mengetik, browsing, editing ringan, tapi sesekali ingin bermain game seperti Valorant atau Genshin Impact.
🧳 3. Pengguna Mobile yang Butuh PC Ringan
Cocok untuk PC mini atau HTPC (Home Theater PC) yang tidak memerlukan performa grafis besar.
💸 4. Pengguna dengan Budget Terbatas
Mereka yang ingin membangun PC dengan dana terbatas tapi tetap fleksibel untuk upgrade GPU di masa depan.
9. Kapan Harus Pertimbangkan Tambah GPU?
PC tanpa GPU bisa jadi pilihan awal yang bagus. Namun, seiring waktu, kebutuhan gaming kamu mungkin meningkat. Ada beberapa tanda kamu sudah perlu upgrade ke GPU dedicated:
- Game modern mulai terasa lag meski di pengaturan rendah.
- Kamu ingin main di resolusi 1080p dengan setting medium–high.
- PC mulai terasa berat saat multitasking atau streaming game.
- Kamu tertarik dengan game AAA yang butuh VRAM besar.
Kalau kamu berada di situasi ini, upgrade ke GPU seperti GTX 1660, RTX 3060, atau RX 6600 akan memberikan peningkatan performa signifikan.
10. Kesimpulan: Masih Layak atau Tidak?
Jadi, apakah PC tanpa GPU masih layak untuk gaming ringan?
Jawabannya: YA, sangat layak — dengan catatan kamu tahu batasannya.
🔹 Layak jika:
- Kamu bermain game ringan seperti Valorant, Dota 2, LoL, atau Minecraft.
- Kamu memakai CPU modern dengan iGPU mumpuni (seperti Ryzen G atau Intel Iris Xe).
- Kamu mengutamakan efisiensi, keheningan, dan hemat biaya.
🔹 Kurang layak jika:
- Kamu ingin main game AAA atau grafis berat.
- Kamu butuh resolusi tinggi dan visual maksimal.
- Kamu ingin fitur modern seperti ray tracing.
Dengan perkembangan teknologi CPU yang semakin kuat, PC tanpa GPU kini bukan lagi pilihan darurat, melainkan opsi realistis dan ekonomis untuk gamer kasual.
Kamu bisa mulai dengan setup seperti ini, lalu melakukan upgrade GPU di masa depan ketika dana sudah memungkinkan.
Penutup
Di era modern ini, batas antara “PC kantor” dan “PC gaming ringan” semakin tipis. Berkat kemajuan grafis terintegrasi, kamu bisa tetap menikmati pengalaman gaming yang menyenangkan tanpa harus merogoh kantong dalam-dalam.
Jadi, kalau kamu baru ingin merakit PC dan belum punya budget untuk GPU, jangan ragu — PC tanpa GPU masih sangat layak untuk gaming ringan, asalkan kamu tahu cara mengoptimalkannya.



